Pages

Subscribe:

Sunday, June 27, 2010

Teknik Budidaya Tanaman Secara Vertikultur untuk Memanfaatkan Lahan Sempit yang Tidak Produktif guna Memenuhi Kebutuhan Sehari-hari

*** diaplikasikan dalam program PKM Pengabdian Masyarakat
di Desa Pucang Sawit, Jebres, Surakarta


Latar Belakang Masalah
Vertikultur dapat diartikan sebagai teknik budidaya tanaman secara vertikal sehingga penanaman dilakukan secara bertingkat. Teknik budidaya ini tidak memerlukan lahan yang luas, bahkan dapat dilakukan pada rumah yang tidak memiliki halaman sekalipun. Pemanfaatan teknik vertikultur ini memungkinkan untuk berkebun dengan memanfaatkan tempat secara efisien. Secara estetika, taman vertikultur berguna sebagai penutup pemandangan yang tidak menyenangkan atau sebagai latar belakang yang menyuguhkan pemandangan yang indah dengan berbagai warna. Dalam perkembangan selanjutnya, teknik vertikultur juga dimanfaatkan untuk bercocok tanam di pekarangan yang sempit bahkan tidak memiliki pekarangan sedikit pun.

Bercocok tanam secara vertikultur sebenarnya tidak berbeda dengan bercocok tanam di kebun maupun di ladang. Mungkin sekilas bercocok tanam secara vertikultur terlihat rumit, tetapi sebenarnya sangat sederhana. Tingkat kesulitannya tergantung dari model yang digunakan. Model yang sederhana, mudah diikuti dan dipraktekan. Bahkan bahan-bahan yang digunakan mudah ditemukan, sehingga dapat diterapkan oleh ibu-ibu rumah tangga.

Tujuan
  1. Memanfaatkan lahan sempit yang tidak produktif menjadi lahan sempit yang produktif dengan aplikasi vertikultur.
  2. Menghemat pengeluaran dengan cara memiliki tanaman sayuran sendiri.
  3. Menambah nilai estetika lahan pekarangan.

Alat dan Bahan yg diperlukan
  1. Bahan. Bahan yang dipergunakan untuk program ini adalah benih sayuran, kayu, media tanam siap pakai, pasir malang, pupuk kandang, sekam bakar, kompos, pasir ladu, polybag, kawat, pralon, talang air, tutup talang, plastik kecil, pot.
  2. Alat. Sedangkan alat yang digunakan adalah paku, gergaji, sendok semen, laptop, LCD, solder, sprayer, bak semai, tang, cutter, palu, meteran, gunting.

Pelaksanaan
Pelatihan teknik budidaya tanaman secara vertikultur dilaksanakan sebanyak satu kali yaitu dengan metode penyuluhan sekaligus praktik langsung dengan satu contoh serta penyuluhan mengenai pemanfaatan dan kegunaan program teknik budidaya tanaman secara vertikultur

  • Pelatihan Teknik Vertikultur
Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan teknik budidaya tanaman secara vertikultur kepada masyarakat serta kegunaan pembudidayaan tanaman secara vertikultur itu sendiri. Dalam kegiatan ini disediakan modul untuk peserta penyuluhan agar pemahaman masyarakat tentang teknik budidaya tanaman secara vertikultur semakin bertambah.
  • Praktek Teknik Budidaya Secara Vertikultur
Kegiatan praktek teknik budidaya tanaman secara vertikultur dilakukan di rumah salah seorang warga desa. Di dalam kegiatan tersebut, warga akan diberitahukan mengenai cara pembudidayaan tanaman secara vertikultur, dimulai dari pembuatan model vertikultur, jenis tanaman yang dapat ditanam secara vertikultur, dan cara perawatan tanaman tersebut.
  • Pembuatan model vertikultur.
Model vertikultur yang digunakan dalam pelatihan ini adalah model sederhana. Dengan berbagai pertimbangan yaitu, model sederhana mudah dilakukan dan cocok digunakan untuk menambah semarak pekarangan. Dan juga, model sederhana cocok digunakan atau dipraktekan oleh pemula. Jenis tanaman yang akan digunakan dalam praktik budidaya secara vertikultur ini adalah jenis tanaman sayur seperti sawi, bawang merah, kangkung, bayam merah, kol bunga dan tanaman rimpang-rimpangan sebagai apotek hidup (jahe, kunyit, kencur, laos).
  • Pemilihan dan Penanaman Tanaman
Teknik budidaya secara vertikultur tidak bisa ditanami oleh semua jenis tanaman. Hanya tanaman-tanaman tertentu saja yang bisa ditanam di sana. Ciri-ciri tanaman yang bisa ditanam secara vertikultur adalah memiliki akar serabut (perakaran rendah) dan tajuk tidak begitu lebar. Tanaman yang dapat ditanam secara vertikultur adalah sejenis tanaman sayuran dan tanaman rimpang-rimpangan.
  • Perawatan
Perawatan tanaman ini bertujuan agar warga mengetahui dan memahami cara perawatan tanaman itu sendiri, dimulai dari penyiraman sampai penanganan hama dan penyakit yang menyerang. Dengan begitu, warga desa Pucang Sawit diharapkan dapat memaksimalkan produksi tanaman.
  • Pengawasan
Merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mendampingi para peserta pelatihan untuk membahas permasalahan dan hambatan yang dihadapi selama pembudidayaan tanaman secara vertikultur. Melalui kegiatan ini diharapkan masalah yang dihadapi warga terkait dengan pelatihan dapat dicari solusinya agar tujuan dari kegiatan ini dapat tercapai.
  • Evaluasi dan Pelaporan
Merupakan suatu kegiatan monitoring yang dilaksanakan oleh tim pelaksana untuk mengetahui sejauh mana kelanjutan perawatan dan pemeliharaan lahan percontohan yang dibuat sebagai perintis usaha pertanian teknik budidaya tanaman secara vertikultur di desa Pucang Sawit, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta.

Hasil yang Didapat
  1. Lahan kurang produktif yang ada di desa Pucang Sawit menjadi lebih produktif karena aplikasi teknik vertikultur.
  2. Kebutuhan rumah tangga dapat dihemat karena berkurangnya pengeluaran akibat kebutuhan akan sayur yang sekarang dapat diambil dari hasil kebun sayur warga sendiri.
  3. Aplikasi verikultur meningkatkan nilai estetika karena model yang ada sangat bervariasi dan bernilai seni tinggi dari bentuk yang paling sederhana, sampai bentuk yang rumit sekalipun.

1 comments:

Anonymous said...

Touche. Sound arguments. Keep up the great spirit.


Also visit my webpage: leaf it

Post a Comment